23 Tanggapan untuk "Lentera di tangan orang buta"

  1. Kalau orang buta saja bisa berbuat yang bermanfaat bagi kita, apalagi kita yang normal! Inspiratif sekali gan!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya Mas Dzaky ini memang patut di contoh....

      Hapus
    2. yah, kadang tanpa sadar, orang disekitar kita pernah mendoakan kesuksesan kita

      Hapus
    3. Ya begitulah, maka dari itu kita harus mawas diri... dan intropeksi diri serta bersyukur atas kenikmatan yg dpt kita peroleh, rermasuk nikmat melihat.

      Hapus
    4. Patut di contoh khusus nya buat kita semua yang bukan termasuk tuna netra. Artikelnya sangat inspiratif sekali khusunya buat Saya. semoga juga buat seluruh Saudara Blogging tercinta saya. :)

      Hapus
  2. semoga kita bisa dikuatkan tuk bisa hidup berdampingan
    tanpa saling menyakiti

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya semoga mas awan, semua org berharap demikian

      Hapus
    2. Allhamdulilah pada kunjungan Perdana atau ke sekian kalinya di Blog ini. Saya mendapat pencerahan yang bemakna. Makasih ya Bu atas segala yang sudah di sampaikan pada post ini. Salam silaturrahim :)

      Hapus
    3. Terimakasih mas Saud Karrysta, sudah berkunjung kesini

      Hapus
  3. inspiratif sekali kisahnya, bagus..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih mba wahy wic, atas kunjungnnnya

      Hapus
  4. Iya inspiratif Mbak ceritanya.. Jadi tahu harus jangan mentingin diri sendiri, tapi juga mentingin orang lain.. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih mas Diar pujiannya jd GR... heheheheee

      Hapus
  5. kadang kita meninggalkan suatu perbuatan yang dianggap tidak membawa manfaat bagi kita, namun kalau dipikir bermanfaat juga bagi orang lain.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga kita bisa terus melakukan perbuatan yg bermanfaat utk orang lain terus ya mbah, termasuk ngeblog ini, kan bermanfaat utk org lain, ya kan mbah!

      Hapus
    2. semoga bermanfaat untuk kita semua,aamiin

      Hapus
    3. amin ya robbal alamin....
      oh ya gan ada suatu cerita...mungkin aja ini mirip dengan cerita di atas. hanya berbeda kejadian...
      jaman dulu di negeri syam ada seorang penceramah yang senantiasa berbagi ilmu dan pengetahuan. namun semakin hari-semakin sedikit orang yang mau mendengarkan ceramahnya. sampai tidak ada lagi yang mau mendengarkan hikmah darinya. lalu ada seorang musafir penuntut ilmu lewat dan melihat keadaan itu diapun bertanya pada sipenceramah....kenapa anda masih berceramah sementara tidak ada lagi orang yang mendengarkan anda. sampai-sampai anda disangka gila. sipenceramah menjawab...saya berceramah untuk mengingatkan diri saya sendiri agar tidak mengabaikan hikmat dari manapun ia keluarnya dan tidak menjadi sama dengan orang-orang yang tidak menghiraukan anjuran agama....akhirnya simusafirpun belajar kepada sipenceramah tadi sampai ia menjadi ilmuan besar....itulah sebuah ilustrasi kejadian, bahwa kita kadang meninggalkan suatu yang kita anggap tidak berguna, namun sebenarnya sangat penting untuk diri kita.

      Hapus
  6. sangat inspiratif sekali bu ceritanya, hal2 kecil memang sangat berarti,jika kita menyadarinya. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih kunjungannya oh andrian...

      Hapus
  7. Salam siang yang sangat indah walau sedikit kepanasan. Terkadang kemampuan orang Buta, setingkat lebih tinggi dari orang yang iasa ya Bu. Mungkin bukan dari faktor orang nya, tetapi karena upaya yang dari orang tersebut nya kali ya Bu?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kali gan, makasih yah kunjungannya

      Hapus
  8. Kok komentar saya bertabrak ya gan....saran saya kayaknya musti ganti template....

    oh ya gan ada suatu cerita...mungkin aja ini mirip dengan cerita di atas. hanya berbeda kejadian...
    jaman dulu di negeri syam ada seorang penceramah yang senantiasa berbagi ilmu dan pengetahuan. namun semakin hari-semakin sedikit orang yang mau mendengarkan ceramahnya. sampai tidak ada lagi yang mau mendengarkan hikmah darinya. lalu ada seorang musafir penuntut ilmu lewat dan melihat keadaan itu diapun bertanya pada sipenceramah....kenapa anda masih berceramah sementara tidak ada lagi orang yang mendengarkan anda. sampai-sampai anda disangka gila. sipenceramah menjawab...saya berceramah untuk mengingatkan diri saya sendiri agar tidak mengabaikan hikmat dari manapun ia keluarnya dan tidak menjadi sama dengan orang-orang yang tidak menghiraukan anjuran agama....akhirnya simusafirpun belajar kepada sipenceramah tadi sampai ia menjadi ilmuan besar....itulah sebuah ilustrasi kejadian, bahwa kita kadang meninggalkan suatu yang kita anggap tidak berguna, namun sebenarnya sangat penting untuk diri kita.

    BalasHapus
  9. Kebanyakan Komen kali mbah, jadi nggak muat nih. Ya besok kalau sudah sempat saya mau ganti tempelat mbah. makasih sarannya!

    BalasHapus